01 September 2010

Ternyata, Rasulullah Cuma 8 Kali Puasa dalam Hidupnya

| More
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Muhammad SAW, Rasul terakhir, Manusia Terbaik dalam sejarah umat manusia, ternyata hanya menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan sebanyak 8 (Riwayat Lain mengatakan 9x) kali dalam hidupnya.
Lho Kok ?
Ya iyalah, kan turunnya Perintah Ibadah Shaum jatuh pada bulan sya’ban tahun ke dua hijriyah ? 13 tahun setelah Muhammad SAW diangkat menjadi Rasulullah dan 1 tahun setelah Rasululah Hijrah ke Madinah. Dan Beliau Wafat pada bulan Rabi’ul Awwal Tahun 10 Hijriyah sebelum Ramadhan. Jadi Tahun ke Satu Hijryah Beliau belum mendapat perintah wajib Puasa di Bulan Ramadhan. Praktis beliau hanya Puasa Ramadhan Tahun ke 2 s.d tahun ke 9 Hijryah.
Namun demikian, siapa yg meragukan kualitas beliau dalam beribadah ? Walaupun hanya 8 x menjalankan Ibadah Puasa, namun kualitasnya puasanya tentulah jauh lebih sempurna. Dan kita yg telah diberikan waktu untuk menjalankan Ibadah pada Bulan Penuh Berkah, Rahmat dan Ampunan ini justru seringkali menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan semuanya hanya karena kita Bertahan Pada Hawa Nafsu Terhadap Makan dan Minum saja, seperti yg pernah beliau sabdakan :
“Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus.”
Berapa kalikah kita telah diberikan kesempatan menjalankan Ibadah Puasa ? Mungkin ada diantara kita yang telah diberikan jatah Puasa sampai Puluhan kali. Tapi sudahkah kita menghitung Nilai Kualitas Puasa Kita ?
Semoga Ramadhan Menjadi Awal Kebangkitan Kita, Untuk Menyadari, Betapa Luar Biasanya Makna di Balik Ramadhan. Puasa mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Dan jika seseorang telah memiliki rasa syukur yang kuat di dalam hatinya, maka ia akan hidup menjadi manusia yang berbahagia, cobaan dan godaan hidup akan dijalani dan dilaluinya dengan senantiasa berada dalam petunjuk agama, disinilah puncak kebahagiaan di dunia, syukur atas segala nikmat dan bersabar atas segala ujian hidup. Semoga saja kita dapat menjadikan puasa Ramadhan sebagai wadah penggemblengan mental sehingga tercipta kontrol diri yang baik yang akan meluas dampaknya ke masyarakat.
-------------

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...